MADRID,MINGGU - Para menteri keuangan dari 13 negara Asia, Minggu (4/5), sepakat untuk menyiapkan dana talangan dalam bentuk valuta asing setidaknya 80 miliar dollar AS, untuk digunakan bila terjadi krisis keuangan regional.
Ke-13 negara tersebut adalah 10 negara ASEAN yang terdiri dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapora, Thailand dan Vietnam, ditambah 3 negara Asia Timur, yakni China, Jepang dan Korea Selatan.
Kesepakatan itu diumumkan dalam pernyataan bersama setelah pembicaraan di sela-sela Sidang Tahunan Bank Pembangunan Asia (ADB) ke-41 di Madrid, Spanyol, Minggu (4/5) waktu setempat.
China, Jepang dan Korsel akan menyediakan 80 persen dana talangan tersebut, sedangkan sisanya didapat dari negara-negara ASEAN. “Kami berkomitmen untuk mempercepat kerja sama kami dalam rangka meraih konsensus pada semua elemen, termasuk kondisi konkrit yang disebut layak untuk bisa meminjam dan isi peraturan yang cocok dalam meminjam,” sebut pernyataan bersama seperti dikutip AFP.
Menkeu Vietnam Vu Van Ninh, yang menjadi pemimpin dalam pertemuan Madrid, mengatakan, ke 13 negara sekarang akan bekerja membangun sebuah cara untuk mengawasi dana tersebut. “Kami kira sangat penting untuk mempunyai sistem pengawasan yang tegas,” sebutnya.
Pembentukan dana talangan ini merupakan langkah besar Asia. Pada krisis moneter 1997-1998 Indonesia, Thailand dan Korsel terpaksa berhutang kepada Dana Moneter Internasional (IMF). IMF memaksa pemerintah ketiga negara itu untuk membuat kebijakan yang tidak populer, seperti memotong subsidi, privatisasi BUMN dan menaikkan tingkat suku bunga, sebagai syarat pinjaman lebih dari 100 miliar dollar AS. sumber kompas