Tidak sedikit yang berkata bahwa Alumni STAN terkesan bersifat sektoral, primordialis bahkan individualis. Pernyataan ini terlontar dari beberapa pihak yang mengeluhkan kegiatan kealumnian kampus STAN yang ‘gitu-gitu aja’ dan tidak kompak, berbeda dengan kampus lain yang relatif lebih solid dan mempunyai kegiatan yang variatif.
“Secara jumlah, sebenarnya jumlah alumni STAN juga besaaaar lho !!! nggak kalah sama perguruan tinggi lainnya, yg sdh berusia lama. Jadi jangan pernah menganggap alumni kita nggak sehebat tempat lain (kampus lain -red)”, tangkis Dandossi Matran (angkatan ‘81) yang saat ini menjabat sebagai anggota Tim Nasional Pengalihan Bisnis TNI.
Disela-sela kesibukkannya, pria yang juga pengurus Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Ikanas Depkeu ini menyempatkan diri untuk turut berkomentar mengenai alumni STAN. “Saat ini saya juga pengurus ILUNI FEUI. Kalau menurut saya sih alumni dimana saja sama saja. Aktivitas kegiatan alumninya hanya kumpul-kumpul biasa saja, dan tidak ada yg spektakuler. Anggotanya lebih sibuk dengan urusan pergulatan untuk hidup. Buat saya, kalau kegiatan alumni stan malah jangan2 lebih baik dari pada kegiatan alumni tempat lain, khususnya sejak reuni akbar yg kemarin (2007 -red). Jadi nggak usah khawatir kalau kegiatan alumni kita biasa2 saja ditempat lain juga sama saja kok”
Menanggapi masalah solidaritas alumni, pria yang lebih dikenal media sebagai pengamat pasar modal ini berpendapat, “Kalau urusan kekerabatan, menurut saya alumni stan malah lebih baik dari pada tempat lain. Nggak tahu kenapa, kalau kita tahu seseorang dari stan, kita langsung merasa sebagai saudara seperguruan dan langsung merasa dekat walaupun kita tidak pernah bersama. Dominannya budaya Jawa di STAN juga membantu dalam kedekatan kekerabatan ini dimana ada kecenderungan penghargaan terhadap yg lebih senior.”
Ketika ditanyakan tentang peran yang ideal dari organisasi kealumnian terhadap Civitas Akademika Kampus STAN, terakhir beliau menambahkan “Dari dulu saya nggak pernah berharap banyak kepada sebuah Ikatan Alumni, dimanapun, apapun. Karena saya tahu tidak banyak yg bisa diberikan oleh sebuah organisasi alumni. Tapi apakah kalau begitu Ikatan Alumni dibutuhkan? Jawabnya ‘Ya’ !!! Ikatan Alumni dibutuhkan agar kita merasa nyaman bahwa ada ‘payung’ yang melindungi kita. Apakah ikatan alumni mau aktif atau tidak itu urusan lain” (apg) sumber
Betul mas!